Penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari–hari adalah sebuah kebutuan yang
mendasar. Seseorang yang sudah berapa dalam perjalanan ke suatu tempat, bisa
saja balik kembali kerumah jika ponsel tertinggal. Penggunaan ponsel yang
sangat sering membuat banyak orang terkadang menggunakannya dikala melakukan
kegiatan lain. Banyak orang yang masih tak sadar dengan bahaya teralihkannya
fokus kita saat sedang melakukan suatu kegiatan karena ponsel. Salah satunya
adalah dalam kegiatan mengemudi.
Walaupun sudah banyak yang tahu akan bahaya
mengemudi dengan tetap menggunakan ponsel, namun masih banyak saja orang yang
menyepelekan bahaya yang dapat di timbulkan dari kegiatan yang terlihat simple
tersebut.
Sehubungan dengan
masih banyaknya pengendara yang tak sadar dengan bahaya berkendara dengan
memainkan ponsel, riset-riset tentang bahaya penggunaan ponsel dalam mengemudi terus
dilakukan dan dipublikasikan. Salah satunya adalah riset yang dikuti dari liputan6.com yaitu hasil
riset dari perusahaan asuransi bernama Wunelli dan broker Drivology ini.
Riset terbaru mereka menunjukkan
bahwa bermain ponsel saat mengemudi meningkatkan risiko kecelakaan hampir dua
kali lipat. Riset ini mengambil sampel dari 4.000 pengemudi, dengan data
perjalanan yang diteliti selama 18 bulan. Dari data inilah kesimpulan riset
diperoleh. Pengereman mendadak, berdasarkan olahan tim riset, dilakukan
rata-rata setiap 80 km sekali. Sementara tabrakan meningkat 75 persen bagi
mereka yang mengangkat telepon, atau 20 persen jika menggunakan handsfree. Hasil riset
menyebutkan hal yang paling sering dilakukan adalah menelepon.
Hal ini didukung
dengan beberapa riset lain telah menunjukkan bahwa menelepon saat mengemudi
dapat membuyarkan konsentrasi. Paul Stacy, Direktur Wunelli, mengatakan bahwa riset ini menjadi bukti lain
bahwa mengemudi lebih berisiko saat menelepon. Ia juga menambahkan, pelanggaran
ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat modern yang tak bisa lepas dari ponsel.
"Faktanya
kita semua mulai menggunakan ponsel di dalam mobil sebelum pemerintah (Inggris)
melarangnya. Artinya, kita perlu kembali
memikirkan perilaku kita dalam penggunaan ponsel, atau menonaktifkan ponsel
saat di jalan," tambahnya. Semoga hasil riset ini dapat menambah kesadaran
para pengemudi akan bahaya yang dapat ditimbulkan dari distract driving akibat penggunaan
ponsel.
0 komentar:
Posting Komentar